Kotoran, hewan, hingga bahan pakaian dapat menjadi sumber alergi seseorang. Dan jika kambuh, alergi tersebut dapat membuat bersin tak berhenti, hingga sakit yang lebih parah. Ingin menguranginya? Mudah saja. Perbanyaklah bukaan di dalam rumah.
Bagian depan rumah ini tampak sangat mencolok dengan pemakaian pintu bergaya Bali lengkap dengan ukiran yang menyertainya. Tak hanya itu, lantai di teras depan rumah ini pun tampak apik dengan kombinasi pecahan keramik berbagai warna.
Semakin masuk ke dalam, semakin terbawa oleh atmosfer rumah ini yang terasa santai, tenang, dan alami. Berbagai material alam yang dipakai di sinilah yang membawa nuansa alam ke dalam rumah ini. Selain itu penataan interior rumah yang apik membuat semua orang yang memasukinya akan sangat menikmatinya.
Rumah pasangan dokter yang terletak di Komplek Pertamina, Pondok Ranji, Bintaro ini saat dibeli adalah sebuah rumah tua yang sudah tidak terawat selama 13 tahun. Keadaan rumah yang tidak memungkinkan untuk ditinggali, membuat pasangan ini memutuskan untuk langsung merombak rumah tersebut, karena mereka ingin sebuah rumah yang nyaman dan enak ditinggali. Renovasi yang dimulai pada bulan April 2004 ini, berlangsung cepat dengan diawasi langsung oleh sang pemilik, tanpa menggunakan jasa arsitek.
Satu setengah tahun kemudian, tepatnya bulan Juni 2005, renovasi rumah pun selesai. Selain mencari material yang murah untuk rumah mereka, ada hal yang paling mereka perhatikan saat mendesain rumah ini, yaitu bukaan yang banyak dibuat di setiap ruang. Ini karena seluruh anggota keluarga alergi terhadap debu.
Bukaan Di Mana-Mana
Rumah Dr.Ilhadi Oetama, SpU. dan Dr.Inca R.Oetama ini memang sengaja dibuat dengan banyak bukaan karena mereka dan ketiga anaknya sama-sama alergi terhadap debu. Dengan banyaknya bukaan diharapkan debu akan keluar dengan sendirinya, terbawa oleh udara yang terus berganti.
Setiap ruangan yang ada dirancang sedemikian rupa sehingga maksimal bukaannya. Seperti pada ruang keluarga, semua sisinya dibuat terbuka. Pada satu sisi dibuat bukaan lebar yang berhubungan langsung dengan ruang tamu, sisi yang satunya lagi menghadap ke taman samping, dan satu lagi dibuat pintu dan jendela yang menghubungkan ruang keluarga dengan teras dan taman belakang. Berhubungan dengan teras belakang, bukaan kamar tidur utama dibuat setinggi pintu, sehingga memberi kesan teras dan kamar tidur menyatu.
Untuk setiap kamar anak, dibuatkan sebuah bukaan yang mengarah ke taman samping. Taman ini diberi air terjun kecil sehingga suara gemericik air akan semakin menyejukkan suasana. Tentu saja selain membuat bukaan yang banyak, seluruh ruangan harus sering dibersihkan untuk meminimalkan debu. Pagar yang tinggi dan taman di sekeliling rumah juga membantu menyaring debu, sehingga debu yang masuk ke dalam rumah tidak terlalu banyak.
Area Publik dan Privat
Dokter akupuntur yang akrab disapa Inca ini menerangkan bahwa dia dan suaminya menginginkan pemisahan yang sangat tegas antara ruang publik dan privat. Ini karena dia ingin menjaga privasi keluarganya saat berkumpul bersama. Oleh karena itu ibu tiga orang putri ini membuat organisasi ruang yang dengan tegas memisahkan kedua area yang berbeda tersebut.
Ruang-ruang privat, yaitu kamar tidur utama dan kamar tidur anak diletakkan di bagian paling belakang rumah. Peletakannya pun terhalang oleh dapur, sehingga tak semua orang bisa mengetahui letak kamar-kamar tersebut. Selain itu, pintu depan sengaja dibuat dobel—diselingi oleh foyer—agar lebih mempertegas batas antara ruang publik dan semi publik.
Kamar Yang Saling Berhubungan
Kamar tidur yang terletak di bagian belakang rumah ini, dibuat menjadi dua kelompok ruang yang saling berhubungan satu sama lain. Masing-masing kelompok ruang terdiri dari dua buah kamar tidur. Ini untuk alasan keamanan dan kenyamanan putri-putrinya. Dengan bentuk ini, orang tua bisa mengawasi anak-anaknya tanpa harus meninggalkan kamarnya. Begitu pula dengan putri-putrinya, mereka bisa berkumpul di kamar orang tuanya tanpa harus jauh-jauh pergi.
Setiap kelompok ruang dihubungkan oleh sebuah kamar mandi yang terletak di tengah-tengah. Ruang penghubung kamar dan kamar mandi dibuat menjadi sebuah walk in closet. (http://www.tabloidrumah.com/lia)
artyrey
sayapunya tanah kosong dibelakang rumah,saya ingin membuat ruang dapur beserta ruang makan, namun saya pingin ruangan yang terbuka. mohon petunjuknya dan gambar sketsanya
salut unt rmh dokter,sangat inspiratif.boleh ditiru khan?