Konstruksi: Gunakan Tangga Panjat dengan Aman
Kecelakaan sering terjadi ketika orang menggunakan tangga panjat—entah karena tangganya lapuk atau dudukannya tidak kokoh. Dengan cara penyimpanan dan penggunaan yang benar, hal itu sebenarnya bisa dicegah.
Dalam bahasa Inggris, ladder berbeda dengan stair, meskipun keduanya memiliki arti tangga. Keduanya berfungsi sebagai media transportasi vertikal, tetapi pemakaiannya berbeda. Ladder digunakan sebagai peralatan pembangunan atau perbaikan bangunan yang sifatnya hanya sementara dan dapat dipindah-pindahkan. Sementara itu, stair sifatnya permanen dan letaknya tetap.
Sebenarnya ladder, atau yang disebut dengan tangga panjat, diperlukan oleh setiap rumah tangga. Kadang-kadang tangga ini tidak dianggap perlu sehingga dengan mudahnya orang meminjam tetangga. Padahal, saat dibutuhkan, cukup “repot” untuk mengambilnya dari gudang tetangga.
Material dan Penyimpanan
Tangga panjat digunakan untuk menjangkau benda-benda yang tinggi seperti mengganti lampu yang mati, memperbaiki finishing dinding, serta membersihkan dinding dan langit-langit. Ada tangga panjat yang terbuat dari kayu atau bambu, ada juga yang dari alumunium. Tangga yang terbuat dari kayu memiliki ibu tangga dari kayu berukuran balok (6 cm x 12 cm) dan anak tangga (pijakan) dari kayu berukuran kaso (5 cm x 7 cm).
Antara ibu tangga dengan anak tangga dari kayu dan bambu, terdapat sambungan berupa takik dan paku. Bila tidak hati-hati menyimpan sehingga diterpa panas dan hujan, usia tangga kayu atau bambu tidak akan lama. Takikan akan menyusut dan anak tangga tidak tersambung kuat dengan ibu tangga. Dengan cepat, tangga akan menjadi lapuk dan kekuatannya tidak lagi terjamin.
Sesuai dengan sifat materialnya, bambu lebih ringan daripada kayu. Karena itu tangga kayu lebih berat daripada tangga bambu. Hal ini harus dipikirkan saat membeli tangga, apalagi bila ia harus dipindah-pindahkan. Makin panjang tangga kayu, bobotnya semakin berat.
Sekarang banyak dijual tangga panjat dari aluminium. Selain lebih ringan, kekuatannya lebih terjamin, bersih, serta tidak ada bubuk kayu atau bambu. Selain itu, tangga aluminium mudah disimpan. Tangga yang panjangnya mencapai 6 meter bisa disimpan dengan cara ditekuk/dilipat, sehingga mudah dimasukkan ke dalam ruang penyimpanan.
Memang tangga ini bisa diletakkan di luar rumah. Namun, Anda perlu berhati-hati menyimpannya di luar rumah, karena tangga dapat menjadi “media transportasi” pencuri. Bila disandarkan di dinding luar rumah, tangga akan “membantu” pencuri naik ke atas atap. Idealnya, tangga disimpan di luar rumah dengan diletakkan di dinding secara horizontal kurang lebih 1 m di atas tanah dan dikunci pada dua sisinya.
Menggunakan dengan Aman
Sering kecelakaan terjadi ketika orang menggunakan tangga. Sebelum menggunakan sebuah tangga, pastikan tangga tersebut aman dan tepat untuk digunakan. Saat menjangkau sesuatu, tangga tersebut setidaknya memiliki tiga pijakan lagi dari titik yang akan dijangkau. Kondisi ini memungkinkan pengguna memiliki pegangan yang aman untuk bekerja pada bidang setinggi pinggang sampai dada. Jika titik yang dijangkau lebih rendah dari pinggang atau melebihi dada, ini akan mengakibatkan pengguna cepat lelah.
Pastikan permukaan tanah atau lantai di bawah tangga dalam keadaan keras, sehingga kaki tangga tidak melesak. Untuk permukaan tanah atau lantai yang keras, sebaiknya kaki tangga diberi alas sehingga tangga tidak bergerak turun pada saat dipijak. Alas ini bisa berupa lembaran karet yang dibungkus pada kaki tangga.
Untuk permukaan tanah yang lunak, papan tebal perlu diletakkan di atas tanah sebagai tumpuan tangga. Fungsi papan ini adalah meratakan beban yang ada di atas tangga dan meneruskannya ke permukaan tanah. Agar meringankan beban yang diterima tanah, maka permukaan kaki tangga “diperbesar” melalui papan tersebut.
Masih Kurang Tinggi?
Tangga panjat kadang masih terlalu pendek untuk menjangkau sesuatu pada langit-langit yang tinggi. Masalah ini dapat diatasi dengan bantuan tangga lain dan papan. Tangga pertama diletakkan di satu sisi dan tangga kedua diletakkan di sisi lain yang lebih rendah. Kemudian, di antara kedua tangga tersebut dibentangkan “jembatan” dari papan kayu (disebut
trestle). Tebal papan kayu minimal 38 mm, karena bila terlalu tipis akan ada lendutan yang membuat pengguna tidak bekerja dengan aman dan nyaman. (Rita Laksmitasari Rahayu, ST. MT.-
Dosen luar biasa jurusan Arsitektur Universitas Trisakti/http://www.tabloidrumah.com)