Home / Interior /
Interior: Uniknya Paduan Berbagai Bahan

Memadukan berbagai material yang tidak “biasa”, menjadi alternatif menarik untuk menciptakan tampilan rumah yang berbeda. Perpaduan warna yang dihasilkan pun semakin kaya.
 
Dengan alasan ingin menambah ruang untuk anak-anaknya, Rosiana yang tinggal di Rempoa melakukan renovasi yang selesai akhir April tahun ini. Penambahan ruang dilakukan dengan cara meningkat rumah menjadi dua lantai, yang diisinya dengan kamar anak, kamar mandi, gudang, serta ruang bermain. Sementara itu, sejumlah ruang di lantai bawah yaitu ruang tamu, kamar utama, kamar anak, ruang makan, serta area servis relatif sama. Ruang-ruang ini hanya berubah ukuran sedikit dan tampil baru dengan paduan berbagai material.
 
Hangat, Alami, Kokoh
Karena sering menonton film bertema koboi asal Amerika, Rosi jatuh cinta dengan gaya rumah country, lengkap dengan alam pedesaannya yang memikat. Jadilah ia membuat rumahnya sedapat mungkin mengadaptasi gaya yang berkesan hangat, alami, kokoh, dan sedikit kuno tersebut saat melakukan renovasi. 
 
Kesan di atas tertangkap bahkan sejak di muka rumah; pagar kayu, bata ekspos pada dinding luar rumah, serta batu alam sebagai lantai teras, yang dipadukan dengan manis. Model jendela dengan bukaan ke atas disatukan dengan jendela krepyak/jalusi. Tampilannya jadi unik dan tidak terlalu lazim ditemui sebagai jendela utama pada rumah-rumah di Indonesia.
 
Memasuki ruang tamu yang dipenuhi warna-warna hangat, terutama merah, kesan hangat muncul kembali. “Saya suka warna-warna yang kontras,” aku Rosi. “Ruangan jadi tidak monoton.” Buktinya, ia berani memadukan wallpaper bergaris merah dengan dinding warna krem.
 
Paduan Tiga “Batu”
Tampaknya area tangga menjadi pusat perhatian di lantai bawah rumah ini, karena dibuat sedemikian menarik oleh pemilik rumah. Yang menonjol di area yang juga berfungsi sebagai dapur bersih (pantry) ini adalah penggunaan berbagai material dari batu. Dinding yang menghadap ruang tamu dilapis lempengan batu palimanan, sementara anak tangga terbuat dari batu kali. Dinding sisanya berwarna merah batu bata yang sebenarnya adalah wallpaper bermotif susunan bata.
 
“Bata ekspos yang asli harganya mahal,” demikian Rosi, yang tidak suka membiarkan dindingnya bercat polos, menjelaskan alasan pemilihan wallpaper. “Pemasangan wallpaper ini cukup rumit karena harus memperhatikan 'adu manis',” tambahnya. Yang dimaksud “adu manis” adalah penyambungan motif yang tepat agar sambungan antara lembar wallpaper yang satu dengan yang lain tidak terlihat. Otomatis, jumlah wallpaper yang dibutuhkan lebih banyak dibandingkan wallpaper polos atau bermotif kecil-kecil. Kali ini Rosi membutuhkan 16 roll wallpaper yang kebetulan didapatnya dengan harga murah, yaitu Rp 50.000 per gulung.
 
Memanfaatkan Bawah Atap
Di lantai atas, Rosi menambahkan sebuah ruang serbaguna. Ruang serbaguna itu kini lebih banyak digunakan sebagai tempat bermain dan belajar anaknya. “Teman-teman anak saya, Indira, senang bermain di sini. Karena letaknya di sini, mereka nggak terganggu,” ujarnya. Tampak di ruang attic ini seperangkat televisi, playstation, serta komputer.
 
Sebenarnya, ini merupakan pemanfaatan bawah atap yang kemudian “disulap” menjadi sebuah ruangan. Di atas ruang makan terdapat void yang cukup luas karena berbatasan dengan area tangga, sementara atap lantai 2 juga lumayan tinggi. Dengan balok lantai—bisa berupa kayu atau beton—terciptalah ruang tambahan yang berada tepat di bawah atap. Dengan paduan pagar kayu, rangka atap yang sengaja diekspos, dan dinding berlapis wallpaper motif bata, kesan country tetap kental di ruang bermain ini.
 
Rosi yang sempat sebentar mengenyam pendidikan arsitektur, merancang sendiri renovasi rumahnya, sedangkan perhitungan kebutuhan bahan dan konstruksinya ia serahkan kepada kontraktor yang lebih berpengalaman. Renovasi yang selesai dalam waktu 4 bulan ini dikerjahan oleh 4 orang tukang inti dengan tambahan 2 orang tukang. Dengan biaya sekitar Rp 100 juta, Rosi dan keluarganya kini menempati rumah yang memenuhi kebutuhan ruang mereka plus gaya dekorasi idaman Rosi.
 
Kayu dan Batu untuk Pagar
 
Untuk melengkapi gaya yang diadopsi untuk rumahnya, Rosi pun mendandani pagar depannya dengan gaya country. Gaya yang mengedepankan kesan alami dan sedikit “kasar” ini tampak menonjol pada pagar tersebut.
 
Di sini Rosi menggunakan batang kayu dolken yang batangnya agak berlekuk dan permukaannya tidak rata, yang sebuahnya hanya Rp 5.000. Kayu-kayu berdiameter sekitar 5 cm itu pun dirangkai dengan pola bersilang. Sebagai paduannya, Rosi memilih batu koral ukuran sedang sebagai penutup dinding pagarnya. Batu koral yang dibelinya sekarung Rp 15.000 ini memberi kesan kokoh pada pagar.
 
Sebagai sentuhan akhir, batang dolken dicat dengan warna coklat kehitaman. Tak lupa, ia memberi coating transparan pada batu koralnya, agar tetap tampil alami namun tahan lumut.   
 
Bak Cuci yang Bertengger
 
Di rumah-rumah, biasanya bak cuci pada dapur tertanam di dalam meja dan tinggi pinggirannya sejajar dengan ketinggian meja dapur. Namun, tidak begitu dengan bak cuci di pantry Rosi. Bak cuci bulat dari stainless steel ini diletakkan “bertengger” di atas meja; hanya sedikit saja badannya yang tertanam di meja dapur. 
 
Apa alasan Rosi? “Kalau sink-nya rata dengan meja, airnya suka nyiprat kemana-mana. Kalau ini kan air langsung jatuh ke pinggirannya,” jelas Rosi sambil menunjuk bibir sink. Mungkin Anda yang punya masalah sama, bisa mencobanya. Hitung-hitung membuat dapur tampil unik kan? (sca/http://www.tabloidrumah.com)
 
LOKASI: KEDIAMAN ROSI ROSIANA – RAGIL SUBIANTORO, PURI FLAMBOYAN, REMPOA, JAKARTA SELATAN

7 Komentar

coba tabloid rumah tampilkan auning/kanopy dari bahan kayu untuk garasi terbuka,supaya kita dapat inspirasi

Posted by: nandar | 2009-03-30 13:11:01 |

image ga keliatan tuhhh

Posted by: rudy | 2009-05-27 18:54:30 |

bak cuci yang bertengger, ak blum bs bayangin, contoh gambarnya gimana?

Posted by: ret | 2009-06-20 11:15:37 |

TOLONG DI TAMPILKAN GAMBAR DESAIN RUANG TAMU TERBUBA

Posted by: LILIS | 2009-06-25 11:43:34 |

fuck up this house is only for a hippies

Posted by: boecd | 2009-08-22 14:40:42 |

kedepannya, mohon dong untuk tabloid rumah agar selalu manampilkan denah tampak atas dari rumah yang sedang dibahas.please...

Posted by: hendy83 | 2009-08-24 12:50:14 |

tabloid, tolong dunk mnampilkan gaya rumah yang memiliki warna rumah yang mngunakan cat dinding warna-warni? sya bingung ne, ingin membuat rumah tampak lebih segar dan beda... apa bisa dengan memadukan beberapa warna pada rumah??

Posted by: dita | 2009-09-28 09:20:19 |
Beri Komentar
Name
Email
Komentar
Security Code

Home|Interior|Taman & Tanaman|Perumahan|Apartemen|Konstruksi|Fengshui|Tips & Solusi|Bursa|Forum
© 2007 - Tabloid Rumah - Hak Cipta dilindungi Undang-undang