Lebih Nyaman kalau Bersih
Tahukah Anda bahwa kamar mandi bisa menjadi cerminan diri? Kebersihan seseorang bisa terlihat dari bagaimana ia merawat kamar mandi. Jika Anda enggan menggunakan bahan-bahan kimia yang terkandung dalam cairan pembersih, coba tiru beberapa cara sederhana di bawah ini untuk membersihkan tiap sudut kamar mandi.
Dinding dan Lantai
Sisa-sisa air sabun yang lama menempel di lantai dan dinding bisa menimbulkan kerak. Jika terlanjur jarang dibersihkan, noda kuning akan bermunculan. Belum lagi jika lumut ikut tumbuh karena lembab. Beberapa cara untuk menghilangkannya adalah:
- Tuang air sabun ke atas noda dan gosok-gosokkan dengan batu apung. Bilas dengan air; atau
- Taburkan bubuk kaporit dan diamkan selama 30 menit – 1 jam sampai berbuih. Bilas dengan air dan sikat dengan air sabun. Bilas lagi dengan air; atau
- Taburkan asam sitrat (dapat dibeli di toko kue) pada keramik yang telah dibasahi dan diamkan sampai 1 jam. Bilas dengan air dan lap hingga kering;
Drainase
Drainase atau saluran pembuangan air mudah mampat jika sering kemasukan kotoran atau gumpalan rambut. Cegah agar penumpukan kotoran tidak menyumbat aliran air dan membuat kamar mandi tergenang air kotor.
Tuang 50-60mg atau seperempat gelas baking soda ke dalam saluran pembuangan. Kemudian tambahkan cuka putih dengan takaran serupa. Tunggu hingga 15 menit kemudian tuangkan satu teko air mendidih. Bilas dengan beberapa gayung air bersuhu normal.
Tirai
Seringkali kita menjumpai tirai untuk membedakan area kering dan basah di kamar mandi. Padahal, tirai mandi adalah sarang kuman dan bakteri berkembang biak. Jutaan mikroba bisa dapat memenuhi setiap sentimeter perseginya.
Cuci tirai kamar mandi dengan air hangat yang dicampur sabun minimal setiap 2 minggu sekali. Setiap Anda mandi, biasakan tirai menggantung bebas atau melebar tanpa ada bagian yang terlipat agar bakteri tak memiliki kesempatan untuk bersarang.
Pancuran
Jangan sangka kepala pancuran (showerhead) bebas dari bakteri karena selalu mengalirkan air. Ada jenis bakteri yang dapat bersarang di showerhead dan bisa menyerang paru-paru Anda. Untuk showerhead yang bersifat hand held atau bisa dilepas dari sangkutannya, Anda bisa membersihkannya dengan cara berikut:
Rendam showerhead pada ember kecil berisi campuran air cuka selama 30 menit – 1 jam. Setelah air cuka dibuang, bilas showerhead di bawah air mengalir. Kemudian nyalakan shower selama 30 detik untuk menghilangkan sisa air cuka. Bersihkan sisa kotoran pada lubang-lubang kecil tempat keluar air dengan tusuk gigi atau cotton bud.
Kloset
Untuk membersihkan kloset, Anda bisa menggunakan campuran air cuka yang disiramkan ke seluruh permukaan kloset. setelah didiamkan beberapa saat, bilas dengan air hangat dan sikat menggunakan campuran air sabun. Bilas lagi dan akhiri dengan mengelapkan cairan disinfektan pada kloset.
Jika kloset mampat, sesungguhnya ada pertolongan pertama yang sangat mudah dilakukan. Ambil 1 kilo garam yang telah ditumbuk halus dan taburkan ke dalam lubang toilet. Flush agar aliran air kembali lancar.
Keran
Elemen yang satu ini seringkali terlupakan kebersihannya. Padahal kita sangat mengandalkan air yang mengalir melalui keran. Jika keran kotor dan mampat, perlakukan kepala keran seperti showerhead, yakni dengan melepas dan merendamnya dalam campuran air cuka.
Namun jika Anda malas melepas, gosok-sosokkan cuka putih menggunakan kapas pada kepala keran. Diamkan selama 30 menit hingga 1 jam agar noda larut. Bilas dengan air hangat dan nyalakan keran selama 30 detik. Saat melakukan ini, pastikan tidak ada air yang ditampung di bak mandi.
(Aghnia Sofyan)
Foto: Jou Endhy Pesuarissa
Lokasi: Wisma Sehati, Panglima Polim, Jakarta



