Lihat, Pikir, Rangkai

Mungkin adakalanya kita harus mengimpor bibit tanaman yang tidak ada di negeri kita. Tapi sesungguhnya Indonesia dengan kekayaan alam dan budayanya membuat kita tidak kekurangan ide untuk memunculkan suatu kreasi estetika. Cintai dan banggalah akan kekayaan alam negeri kita. Selain menumbuhkan nasionalisme, hal itu tentu akan membantu petani-petani di negeri kita.

Alami Lebih Baik

Dari segi keindahan, kita tidak dapat membandingkan bunga segar dengan artifisial. Yang alami tentu lebih baik. Selain indah, kita bisa merasakan bentuk dan tekstur dengan menyentuhnya, belum lagi aromanya yang saling berbaur. Pun jika Anda alergi debu, sebaiknya pilih rangkaian bunga segar.

Seorang florist, Hervi (57), membagikan pengalamannya. Ia adalah tipikal orang yang senang memasukkan berbagai unsur kekayaan alam dalam rangkaiannya, tak hanya dari satu wilayah, tapi juga pulau lain. Bahkan ia pun memanfaatkan material natur yang terserak di tanah, seperti daun, ranting, dan buah yang gugur dari pohon. Sayur dan rempah pun ia gabungkan dalam rangkaian.

“Merangkai itu gampang, kok. Kita bisa ambil material-material alam yang ada di sekitar. Kalau enggak ada bunga bisa manfaatkan buah, atau yang ada di dapur,” kata Hervi. Seperti Ikebana Jiyuka (Jepang), yang rangkaiannya bersifat bebas berdasarkan kreativitas dan imajinasi, demikian pula yang bisa kita lakukan. Selain kreasi pada materialnya, kontainer (wadah) juga bisa bermacam-macam.

Merangkai bunga segar bisa menstimulasi kita untuk melakukan sesuatu yang lebih bagi alam dan sesama. “Rangkaian bunga fresh itu menyemangati penghuni rumah untuk menanam sesuatu, membuat kita bisa lebih berkarya untuk rumah tangga,” tutur Hervi.

Rangkai dengan Makna

“Banyak yang punya modal, terus buka toko, tusuk bunga sana-sini (di atas oasis/busa tempat menusukkan bunga), dan making money. Enggak ada art-nya,” keluh Hervi. Menata bunga tak hanya membuat suatu komposisi indah, tapi juga bermakna terhadap orang yang dituju.

Ketika merangkai untuk orang lain, Hervi setidaknya perlu mengetahui beberapa hal berikut: karakter, kedudukan, besar-kecilnya rumah/ruang, dan tema. Semuanya ini penting agar rangkaian bunganya mengena di hati orang tersebut.

Rangkaian bunga di kamar anak perempuan tentu berbeda dengan anak laki-laki. Untuk anak laki-laki, rangkaian yang dibuat bisa jadi lebih simpel, menggunakan bunga-bunga yang tinggi dan berkesan gagah. Jika anak alergi terhadap bunga, rangkaian dapat diganti dengan rempah-rempah.

Di ruang tamu, rangkaian bunga segar dimaksudkan untuk memberi keramahan pada tamu. Berbeda rasanya dibandingkan bunga buatan. Dengan kehadiran bunga segar, jika tuan rumah belum keluar, tamu yang menunggu di ruang tersebut serasa disambut dan dihargai.

Pemilihan warna bunga dipengaruhi oleh warna furnitur/interior, tema, dan kesukaan si pemilik. Rangkaian untuk tema ulang tahun jangan disamakan dengan untuk tunangan atau pernikahan. Tidak ada batasan jenis bunga menurut Hervi, misalkan bunga kamboja untuk momen sakral atau dukacita, mawar untuk menyatakan cinta, dsb. Pembatasan tersebut sebenarnya budaya saja.

Nah, sekarang Anda bisa lebih berkreasi, kan?

(Swasti Triana Chrisnawati)

Foto: Devy Anatya



Dibagi ke

Leave a Reply