Kesan Si Oranye

Warna percampuran merah dan kuning ini tampaknya mendominasi berbagai interior maupun eksterior rumah. Oranye tergolong warna berkarakter kuat, jadi kita harus berhati-hati dalam menempatkannya agar tidak mengganggu kenyamanan visual dan psikis. Dengan mengenali karakternya, Anda pun bisa menempatkan si oranye lebih fungsional.

Efek Psikis Oranye

Ketika membicarakan oranye, orang sering menggunakan kata hangat, energi, dan keceriaan sebagai reaksi psikologis mereka. Dibandingkan saudaranya, merah, ia lebih lembut tetapi memiliki daya tarik yang lebih hidup.

Beberapa teoretikus percaya bahwa warna oranye meningkatkan suplai oksigen ke otak, menciptakan efek yang menghidupkan, dan menstimulasi aktivitas mental. Oranye diyakini membantu perkembangan sosial dengan memberi energi/semangat dan mengurangi “penghalang” pada setiap orang.

Karena warna oranye terasosiasi dengan buah jeruk, maka ia disebut-sebut dapat merangsang nafsu makan. Oranye seringkali dianggap sebagai warna alam, terhubung  dengan daun gugur, ladang gandum, dan hasil panen.

Karakteristik Oranye

Karena “kekuatan”-nya, oranye harus digunakan secara hati-hati. Ia akan sempurna sebagai aksen interior maupun eksterior, tapi terlalu mencolok jika digunakan pada area yang besar dan luas. Dari beberapa varian oranye, pilihlah secara cermat untuk lokasi-lokasi yang tepat.

Oranye menciptakan kesan yang tajam, menghadirkan angle yang “kasar”. Oranye pucat lebih mudah dipadankan daripada oranye terang. Ia membantu menghangatkan ruang yang dingin. Oranye terang membawa sentuhan sinar mentari bagi ruang gelap dan membantu menciptakan atmosfer yang menyenangkan.

Karena itu oranye sangat efektif untuk promosi produk makanan dan mainan. Ia sering digunakan dalam lingkungan yang aktif, area hiburan/pertunjukan, dan restoran cepat saji.

Oranye di Rumah

Sesuai karakteristiknya, oranye cocok digunakan pada dapur dan ruang makan untuk meningkatkan selera makan. Warnanya juga menarik bagi anak-anak dan remaja sehingga sering digunakan pada kamar anak.

Sifatnya yang kuat dan membawa keintiman memberikan efek pengurangan luas ruang. Ruang terasa lebih sempit dan menekan. Jadi sebaiknya Anda menggunakan oranye cerah pada satu sisi tembok interior saja.

Pada eksterior, Anda bisa gunakan oranye terang sebagai aksen untuk menegaskan suatu bentuk atau eksistensi, misalnya penegasan pintu masuk ataupun drop ceiling.

Di ruang-ruang yang terasa gelap ataupun dingin, misalnya kamar mandi, Anda bisa memberikan sentuhan oranye untuk menerangi dan menghangatkan ruang.

Jika ingin menggunakan oranye pada ruang keluarga, sebaiknya berupa aksen saja atau jika ingin seluruhnya, berikan oranye lembut. Ruang keluarga merupakan tempat bersantai, bila porsi warna terang (yang kuat) seperti oranye terlalu banyak, maka akan menyakitkan mata.

Ruang tamu sebagai ruang penerima dapat Anda berikan sentuhan warna oranye, seolah memberikan sambutan yang hangat dan ceria.

Swasti Triana Chrisnawati

Foto: Tan Rahardian



Dibagi ke

Leave a Reply