Bijak Memilih Pengendalian Hama
Anda tentu tahu hama adalah organisme yang tak hanya mengganggu, tapi juga merusak dan merugikan manusia. Umumnya digunakan untuk hewan, termasuk bibit penyakit. Pengendalian hama harus diupayakan agar efektif dan aman terhadap lingkungan.
Pest control bisa dilakukan melalui pendekatan proaktif dan reaktif. Proaktif lebih sekadar mengekang populasi hama, sedangkan reaktif menekan perkembangan hama. Pengendalian kimiawi masuk dalam kategori reaktif. Contoh dari proaktif adalah penggunaan musuh alami.
Dulu, di Pelabuhan Venesia, kapal yang dicurigai membawa orang/awak yang terjangkit penyakit tidak diizinkan berlabuh. Mereka melakukan upaya karantina selama 40 hari. Dalam penanggulangan hama pun ada tindakan karantina, mulai dari pelarangan masuk, perlakuan dengan pestisida, hingga pemusnahan.
Cara pengendalian hama tercepat dan terpraktis memang dengan pestisida. Namun jika tidak dilakukan dengan ketentuan yang benar, akan menimbulkan banyak kerugian dalam penggunaannya. Misal, serangga semakin resistan terhadap pestisida dan adanya residu serta racun yang mengontaminasi lingkungan.
Karena itulah telah berkembang cara Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang menggabungkan beberapa cara pengendalian, sehingga tidak merugikan secara ekonomi, biologi, dan ekologi. Di Hawaii misalnya. Penanganan lalat buah dengan beberapa teknik, di antaranya atraktan (zat pemikat) dalam perangkap, zat asam untuk membuat penampilan buah tidak matang, serta pemandulan serangga jantan.
PHT inilah yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan jasa pengendali hama. Tidak lagi hanya dengan cara kimia seperti dulu, yang bila tidak tuntas justru menyebabkan hama semakin “kuat” dan merajalela. Pilihlah perusahaan terpercaya untuk menangani masalah hama di rumah Anda hingga tuntas.
Swasti Triana Chrisnawati
Foto: Joe Endhy Pesuarissa



