Lebih Bebas untuk Area Kering

TABLOIDRUMAH.com– Mencuci muka, menggosok gigi, dan buang air adalah beberapa contoh aktivitas yang dilakukan di area kering di sebuah kamar mandi. Dengan intensitas cipratan air yang lebih sedikit tersebut, pemilihan material bagi area ini cenderung fleksibel dan tak memiliki banyak persyaratan.Meski begitu, bukan berarti tanpa syarat. Perhatikan hal-hal berikut:


1. Tetap Gunakan Material Tahan Air

Tetap pastikan bahwa material yang Anda gunakan tahan air. Hindari aplikasi material yang mudah berkarat ataupun rapuh. Jika terlanjur menggunakan material tak tahan air, seperti beberapa jenis kayu, sangat disarankan untuk memoles ulang material-material tersebut agar tak mudah lapuk dan tak kunjung termakan rayap. InI penting dilakukan karena area ini masih berpeluang terkena udara lembap.
2. Manfaatkan sebagai Aksen Estetis

Lebih fleksibel, Anda bisa lebih banyak menggunakan beragam material baik alami ataupun pabrikasi di area kering kamar mandi. Yang penting, sesuaikan dengan tema kamar mandi yang Anda miliki.
3. Persentase Pembagian Material

Ingin menggunakan wallpaper yang mudah rusak oleh air di kamar mandi? Hal itu bisa saja terjadi, asalkan pemakaian material ini terbagi atas 2 bagian. Dengan jarak setinggi 90cm dari lantai, Anda bisa menggunakan material yang tahan air. Di atasnya, Anda bisa mengaplikasikan material-material yang mudah rusak, seperti wallpaper dan kayu.

(CANDELLA SARDJITO & PAMELA SARNIA )

FOTO: TAN RAHARDIAN

LOKASI KEDIAMAN STANLY HANDAWI – YENDRA, PURI BOTANICAL RESIDENCE, JAKARTA BARAT



Dibagi ke

Leave a Reply