Railing, Pagar pada Tangga

TABLOIDRUMAH.com– Makin terbatasnya lahan membuat banyak tempat tinggal tidak lagi dibangun meluas ke samping, melainkan dibuat bertingkat. Tentu saja, rumah yang dibangun bertingkat, memerlukan tangga sebagai penghubungnya.

Karena fungsi tangga adalah sarana untuk naik turun dari dan ke lantai atas maupun bawah, faktor keamanan dan kenyamanan menjadi hal yang penting. Maka, tak sekadar pijakan yang berupa undakan-undakan anak tangga, bagian vertikal serupa pagar pada sisi kanan kiri tangga (kecuali jika tangga menempel pada dinding), menjadi bagian yang tak terpisahkan. Berfungsi sebagai pelindung saat orang naik tangga sekaligus menjadi elemen desain interior, bagian yang satu ini disebut railing.

Railing sendiri terdiri dari 3 bagian penyusunya, yaitu handrail, newel, dan bluster. Handrail merupakan bagian diagonal yang dijadikan pegangan orang saat menaiki tangga, newel adalah tiang utama pada tangga. Sementara bluster ialah bagian pagar tangga yang mengisi ruang antara handrail dan ibu tangga. Ketiga bagian ini saling terkait untuk membentuk satu kesatuan railing.

Dulu, railing hanya dibuat seadanya dan cenderung monoton. Bahan pembuatannya pun masih sederhana, terbatas pada batu bata yang dilapisi semen. Namun kini, seiring perkembangan jaman, railing mengalami banyak kemajuan. Material pembuatan railing biasanya menggunakan material yang sama seperti struktur tangga. Namun begitu, railing semakin dikreasikan dalam beragam bentuk serta warna.

Terdapat dua jenis railing, yaitu railing berkonsep modern dan railing bergaya klasik. Sedangkan bahan yang digunakan ada bermacam-macam mulai dari beton, kaca, kayu, maupun logam. Pemilihan material-material tersebut, harus disesuaikan dengan bentuk dan desain ruangan. Ketika diposisikan sebagai elemen interior, pemilihan railing yang tepat dapat memperkuat komposisi ruangan.

Untuk ruangan  bergaya modern atau minimalis, railing biasanya ditampilkan dengan bentuk garis-garis sederhana dan tidak disertai dengan hiasan atau ornamen. Pemilihan warnanya pun sebatas pada warna-warna dasar seperti hitam, kelabu, atau perak. Material dari logam seperti krom dan stainless steel, atau beton dan kaca bisa diaplikasikan. Sedangkan untuk gaya klasik, railing biasanya menggunakan banyak ornamen. Dan bahan yang paling cocok digunakan adalah kayu yang berlapiskan pelitur untuk menonjolkan serat-seratnya.

Info

Selain railing, bagian-bagian lain penyusun tangga adalah:

  1. Riser : yaitu bagian anak tangga vertikal, yang menjadi tinggi anak tangga.
  2. Tread : bagian anak tangga horizontal, yang menjadi pijakan kaki saat menaiki tangga.
  3. String : ibu tangga, tugasnya memegang anak tangga.

(FLORENSIA RANNY)

FOTO : JOU ENDHY PESUARISSA

LOKASI : Kediaman Defitra Ekajaya, Cikunir, Bekasi.



Dibagi ke

Leave a Reply