Bonsai Buah Solusi di Lahan Terbatas

Seni mengerdilkan pohon di dalam pot atau dikenal dengan nama bonsai di kalangan pecinta tanaman bukanlah teknik baru. Bahkan di Jepang dan di China, teknik ini sudah berkembang dari masa kekaisaran para dinasti ratusan tahun lalu. Hanya saja, perkembangan bonsai seolah tidak mengalami perubahan yang signifikan. Pohon-pohon yang dikerdilkan hanya sebatas tanaman hias dan berbunga.

Kini, semakin minimnya lahan perumahan membuat para pecinta tanaman mulai melakukan inovasi. Teknik membonsai tanaman pun pada akhirnya mulai menyentuh pohon berbuah. “Tanaman buah pada awalnya hidup di media tanam yang memakan lahan luas. Kemudian, mereka mulai dapat dikembangbiakan di dalam pot yang dikenal dengan tanbulampot. Karena tanbulampot dianggap masih membutuhkan lahan besar, saat ini mulai dikembangkan bonsai buah,” terang AF Margianasari, Kepala Bagian Kebun Produksi dan Penelitian PT Mekar Unggul Sari, pengelola Taman Wisata Mekarsari.

Perhatikan Medianya!

Walau sama-sama di dalam pot, bonsai buah dan tanbulampot memiliki perbedaan. “Yang paling menonjol, bonsai buah ukurannya lebih kerdil dan ada sisi estetikanya. Sedangkan tanbulampot tidak melihat sisi estetikanya. Yang penting tanaman itu berbuah dan tetap sehat walau berada di dalam pot,” terang Riris, panggilan AF Margianasari.

Dari segi medianya pun, bonsai buah menggunakan media yang jauh lebih sedikit. “Bonsai buah dibuat minim nutrisi. Oleh karenanya, media yang digunakan harus dapat menjaga kelembapan yang tinggi agar tanaman tidak mudah mengalami kekeringan dan mati,” terang Riris. Yang perlu dicatat, jika media terlihat sudah semakin berkurang atau terlalu padat, maka perlu di tambah atau diganti dengan media baru agar pertumbuhan tanaman tetap baik.

Media tanam bonsai yang umum digunakan merupakan campuran tanah, sekam bakar, tanah pasir, dan kerikil. Caranya, bonsai dilepaskan dari potnya, kemudian separuh dari media tanam yang menempel pada perakaran dibuang dan separuhnya dibiarkan tetap menempel.

Ada Syaratnya, Lho!

Perlu diingat, tidak semua jenis tanaman berbuah dapat dijadikan bonsai buah. “Syarat utama yang dipilih menjadi bonsai harus tanaman tahunan dan berkayu. Umumnya tanaman tersebut memiliki bentuk buah yang unik, warna buah menarik, dan bentuk percabangan yang baik,” terang Riris. Lantas, tanaman apa saja yang telah dijadikan bonsai buah?

“Tanaman Barbados cherry, asam selong, asam jawa, mangga, murbei, jeruk kingkit, jeruk kasturi, kelapa hijau, dan kelapa sawit,” terang Riris. Untuk lokasi, walau tanaman ini tidak membutuhkan lahan yang luas, tetapi Anda tetap harus meletakkan bonsai buah di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Minimalnya, tanaman terkena matahari selama 3 jam dalam satu hari.

(Irfan Hidayat – irfan@tabloidrumah.com)

Foto: Arif Budiman

Lokasi: Taman Wisata Mekarsari, Jonggol, Cileungsi



Dibagi ke

Leave a Reply