Studio Musik dalam Home Theatre

Ruang berukuran 5m x 7m ini didominasi warna merah menyala dan lampu biru. Karena sang istri, Rita menyukai warna merah, dipilihlah suede merah untuk bahan penutup yang juga berfungsi sebagai absorben. Selain LED biru, lampu-lampu kuning juga digunakan sebagai penerangan di bawah drop ceiling dan pada levelling agar orang tidak tersandung.

Pembuatannya selama 6 bulan, dengan biaya pembuatan sekitar Rp300 juta (Rp200 juta untuk konstruksi dan finishing, Rp100 juta untuk perangkat). Untuk memiliki ruang ini dengan kondisi semua perangkat di dalamnya dinyalakan, Iwan, si pemilik home theatre ini memperkirakan setidaknya ruang hiburan tersebut memakan daya 3.000W.

Jika rumah bisa dibuat dengan pengembangan saat konstruksi, home theatre tidak. Semua harus sudah direncanakan dari awal, karena itu menyangkut keseluruhan sistem akustiknya. Setidaknya itulah yang diungkapkan Iwan, pemiliknya, yang merancang ruang hiburan ini sendiri walaupun tak memiliki latar belakang pendidikan desain maupun arsitektur.

“Daripada jalan-jalan keluar terus, mendingan punya sendiri. Sekalian mau bikin studio juga buat Ogi (anak sulung, mantan vokalis band 21st Night). Dijadiin satu aja, supaya ruangan juga bisa jadi lebih luas,” ucap Iwan. Jadi, ruang hiburan ini setidaknya memiliki 4 fungsi, yaitu home theatre, ruang karaoke, studio musik, dan ruang presentasi (kepada klien/kolega).

Insulation (kekedapan) dan absorbtion (penyerapan) menjadi 2 nilai akustika yang harus Anda perhatikan untuk ruang hiburan Anda. Susunannya yakni terlebih dulu membuat sistem kedap suara, dengan material-material yang dapat difungsikan sebagai pemblokir suara. Kemudian sistem akustik di dinding dan lantai ditambahkan untuk melemahkan suara dengan cara penyerapan.

Apabila Anda ingin menambahkan studio musik, ada perbedaan sistem akustiknya dengan home theatre dan ruang karaoke. Home theatre mengandalkan akustik yang baik namun kekedapan tidak diutamakan. Sedangkan studio musik sangat mengutamakan kekedapan suara, sedangkan ruang karaoke kedap akustiknya lebih sederhana.

(Swasti Triana Chisnawati)

Foto: Tan Rahardian



Dibagi ke

Leave a Reply