Tata Letak Ruang Tidur Ideal

Peraturan utama dalam mengatur tata letak kamar adalah sirkulasi, karena kamar yang besar bisa terasa sempit apabila sirkulasinya buruk. Hal ini biasanya disebabkan oleh penempatan furnitur yang tidak membentuk jalur sirkulasi. Berikut tata letak furnitur yang ideal di kamar tidur menurut arsitek Gregorious Don Pieto dan Henny Suwardi dari [2+p] architects.

- Sirkulasi linear (lurus) akan membuat kamar terasa lega. Idealnya, furnitur diletakkan merapat pada dinding agar ruangan terasa lebih lapang. namun hindari peletakan furnitur yang memblok pintu agar jalur sirkulasi tidak terganggu.

- Kamar tidur sebaiknya diletakkan bersebelahan langsung dengan taman, bisa taman depan, tengah, atau belakang. Hal ini sangat membantu dalam sirkulasi udara dan pencahayaan. Secara psikologis, view taman bisa memberi kontribusi positif bagi penghuni kamar.

- Idealnya, kamar tidur memiliki ruang perantara atau foyer. Jika hal ini tak dapat dilakukan karena ukuran terbatas, minimal usahakan ranjang tidak langsung terlihat saat kita membuka pintu kamar tidur.

- Jangan meletakkan tempat tidur tepat di depan pintu karena udara akan langsung mengalir ke arah tubuh ketika kita membuka pintu. Ini dapat menimbulkan penyakit pernapasan ataupun masuk angin.

- Jangan meletakkan tempat tidur tepat di samping jendela karena bisa menyilaukan dan mengganggu tidur. Selain itu, sangat tidak disarankan untuk penderita asma karena angin dan debu yang masuk lewat jendela bisa membuat asma kumat.

- Jangan terlalu merapatkan tempat tidur anda ke dinding. Ini bukan hanya menyulitkan ketika ingin mengganti seprai, bagian tempat tidur yang menempel ke dinding pun bisa menyebabkan warna dinding kamar menjadi belang dan lembap.

(Maria Jaclyn)

Lokasi: Kediaman Keluarga Ade Virnandes dan Listya Virnandes, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

Arsitek & Desain Interior: [2+p] architects, telp. 08188604422, 0818194602



Dibagi ke

Leave a Reply